Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Ada sebuah lagu pujian yang terus “terngiang-ngiang” di dalam benak dan hati saya, sebuah lagu pujian yang pastinya sudah tidak tergolong sebagai lagu baru. Namun demikian, lagu pujian ini terus saja menjadi berkat dan motivasi hidup bagi banyak orang. Penggalan syair-nya berbunyi :



Bacaan: II Korintus 4:7-18

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, ... oleh karena Kristus.- II Kor 12:10

 
Suatu hari pintu depan rumah saya tiba-tiba saja sulit ditutup. Saya berjongkok untuk mengamati jangan-jangan ada sesuatu yang mengganjalnya. Namun rupanya tidak ada benda apapun yang mengganjal, engselnya pun masih baik. Tapi kenapa tiba-tiba saja sulit ditutup? Ternyata karena perubahan cuaca, pintu itu “menggeliat” alias berubah bentuk dan posisi, sekalipun perubahannya memang tidak kasat mata. Kata si tukang kayu, hal ini bisa terjadi bila kayu yang digunakan untuk membuat pintu itu tidak cukup kering saat hendak digunakan. Ia menjelaskan bahwa lamanya proses pengeringan kayu sebelum dipakai akan mempengaruhi kualitasnya kelak.

Proses pembentukan suatu benda memang akan sangat mempengaruhi mutunya. Bila sebatang kayu saja harus diproses sedemikian rupa terlebih dahulu agar bisa dipakai dengan sempurna, terlebih lagi kehidupan kita. Tuhan tentu perlu melakukan banyak hal dalam kehidupan kita sebelum Ia bisa memakai kita bagi kemuliaan-Nya.

Yusuf harus merelakan diri untuk diremukkan dalam proses panjang derita ketidakadilan sebelum akhirnya dipakai Allah untuk menyelamatkan seluruh bangsanya dari kelaparan. Musa tak hanya pernah mengecap nikmatnya hidup dalam istana Firaun. Ia bahkan harus lebih lama menjalani hidupnya di padang belantara untuk dipersiapkan menyelamatkan seluruh Israel. Semua orang yang telah mengalami proses dari Tuhan, pasti akan dipakai untuk rencana besar yang sedang Tuhan siapkan.

Bayangkan berapa banyak orang yang sedang Tuhan percayakan kepada Anda untuk diselamatkan melalui hidup Anda. Anda mungkin tak kan pernah tahu! Segala hal, kesulitan dan tantangan yang sedang Anda hadapi sekarang ini adalah untuk menghasilkan diri Anda yang siap pakai bagi Allah. Ada begitu banyak proses yang harus kita jalani sebelum Allah bisa leluasa bekerja melalui hidup kita. Semakin rela kita dibentuk oleh-Nya, semakin banyak rencana besar Allah yang bisa kita tuntaskan. Semakin rela kita dibentuk dan diproses Allah, maka semakin cepat juga proses itu akan selesai. Jadi mulai sekarang, relakanlah diri kita untuk diremukkan dan dibentuk oleh Tangan-Nya. Semua proses yang kita jalani bukan untuk menghancurkan kita, tapi untuk mempersiapkan kita.

(TMS)
» Renungan ini diambil dari
Renungan Harian Spirit

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


Prasangka Buruk
Hati-hati Dengan Prasangka Buruk

Marie Lupe Cooley, karyawati sebuah perusahaan arsitektur Jacksonville, USA. 

Satukali ia membaca sebuah iklan lowongan kerja di koran, tawaran untuk posisi yang ia miliki sekarang dengan  kontak nomer telephone atasannya. Ia berpikir bahwa dirinya akan dipecat, ia menjadi sangat sakit hati. 

Maka di suatu hari minggu, ia menjebol dan menghapus data dan dokumen penting senilai hampir 250 M milik perusahaan, dan dia ketahuan, lalu dipecat dan harus mendekam dipenjara.

Konyolnya, ia baru menyadari ternyata lowongan itu untuk perusahaan milik istri atasannya. Tapi nasi telah menjadi bubur!

Sikap tenang saat menghadapi situasi apapun, bahkan ketika merasa terancam, adalah sangat penting dalam hidup kita. Keinginan membalas sakit hati seringkali membuat orang tidak lagi bisa berpikir jernih, seperti kisah Marie diatas. Selain merusak nama baik, tersangkut hukum pidana, kerugian banyak pihak,sampai masalah yang terus membesar, dan lain-lain. 

Tidak ada gunanya membalas dendam dengan tindakan kejahatan yang lebih buruk, karena itu hanya menunjukkan bahwa kita tidak lebih baik darinya dan sama bodohnya dengan orang yang menyakiti kita. Abaikan saja atau yang lebih baik: ampuni dan tetaplah tunjukkan kasih, karena hal  itu bagaikan menumpuk bara api dikepalanya, alias mempermalukan orang itu sendiri.

Jangan cepat berprasangka buruk terhadap situasi yang ‘nampaknya’ buruk, apalagi membalas dendam! Jadilah tenang, maka kita akan melihat bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan!

Spread the Word - Like and/or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


Renungan HarianSuatu hari, seorang dosen Teologia memasuki sebuah kelas, meletakkan sebuah papan Target besar berbentuk lingkaran dan tak jauh dari sana diletakkan sebuah meja dengan banyak anak panah diatasnya, serta ada kertas dan perlengkapan untuk menggambar.

Saat itu, ia berkata kepada mahasiswa/i nya: “masing-masing ambillah selembar kertas dan alat gambar, lalu gambarlah wajah seseorang yang Anda tidak suka, orang yang selalu membuatmu marah.”

Ada yang menggambar wajah temannya, ada juga seorang mahasiswa menggambar wajah ayahnya, ada pula wajah rektor dan dosen-dosen yang tidak mereka sukai. Masing-masing mahasiswa sudah menyelesaikan gambarnya.

Secara bergilir mereka mulai menyematkan hasil gambar mereka ke papan Target, lalu mereka mulai melemparkan anak-anak panah pada gambar tersebut. Beberapa mahasiswa menunjukkan kebencian sekaligus rasa puas ketika melemparkan anak panah pada orang yang dibencinya. Tak berapa lama, sang dosen menyuruh mereka untuk kembali duduk karena waktunya sudah habis.

Sang dosen menurunkan gambar dan juga papan Target dari tembok. Kini yang tampak adalah gambar YESUS yang ternyata berada dibalik papan Target. Keheningan memenuhi kelas ketika setiap mahasiswa memandang gambar Yesus tersebut. Gambar wajah dan mataNya penuh lubang, bahkan ada yang robek karena hujaman anak-anak panah tadi.
Sang dosen hanya berkata singkat, “Apa yang kamu lakukan terhadap sesamamu, kamu telah melakukannya terhadap Yesus.” Puluhan pasang mata mahasiswa menitikkan air mata. Mereka kini menyadari bahwa dengan membenci sesamanya, mereka telah melukai hati Yesus.

Yohanes 14:15 berkata, “Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala perintah-KU”. Kasih kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kaih kepada sesama, karena mengasihi sesama merupakan perintah Tuhan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Yesus, tetapi kita masih  membenci sesama kita. Jika saat ini kita menyimpan kebencian kepada seseorang, ingatlah bahwa target kebencian kita adalah Yesus karena apa yang kita lakukan terhadap sesama, kita telah melakukannya terhadap YESUS.

Spread the Word - Like and/or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!



Iman menarik tergenapinya Tujuan Illahi
 
Rancangan TuhanIbrani 11:6 “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Tujuan ilahi ditetapkan melalui iman. Alkitab mengatakan, “Tanpa iman, adalah mustahil untuk menyenangkan Tuhan.” Dalam rangka untuk menyenangkan Tuhan, kita harus menetapkan tujuan yang membutuhkan iman.

Apa artinya ini? Ini berarti kita harus menetapkan tujuan yang lebih besar dari yang dapat kita capai sendiri. Sebagai contoh, saya ingin Anda untuk menetapkan tujuan dalam hal kesehatan untuk tahun ini.
 

Seperti yang sudah saya katakan, jika Anda tidak memiliki tujuan dalam kesehatan, maka tujuan Anda adalah untuk tetap sama atau bertambah buruk. Untuk bergerak maju — untuk menjadi lebih sehat — Anda harus menetapkan tujuan dalam kesehatan Anda.

Katakanlah Anda perlu menurunkan berat badan. Jika Anda mengatakan, “Tujuan saya adalah untuk turun 1 kg” — yah … Anda tahu Anda bisa lebih baik dari itu.

Tetapkan tujuan berdasarkan apa yang Tuhan beritahukan untuk Anda lakukan dan saya tidak meragukan bahwa tujuan itu yang akan mengharuskan Anda untuk tetap tergantung pada Yesus. Anda belum benar-benar percaya Tuhan sampai Anda mencoba untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan kecuali kuasa-Nya bekerja dalam hidup Anda. Tujuan yang diberkati Tuhan adalah tujuan yang membuat Anda semakin bergantung pada kuasa Tuhan untuk mencapainya.

Spread the Word - Like and/or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


ayah dan anakHubungan Seorang Anak Dan Ayahnya

“Ayah, ayahnya temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang agar nyamuk itu tdk menggigit anaknya. Apakah Ayah juga akan melakukan hal yang sama?”.

Sang Ayah tertawa “Tidak nak, ayah akan memasangkan kelambu agar nyamuk tidak dapat menggigit siapapun”.

“Oh iya, aku juga membaca tentang seorang Ayah yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Apakah Ayah akan melakukan hal yang sama?”, si anak kembali bertanya.

Dengan tegas Ayahnya menjawab “Ayah akan bekerja keras agar kita semua dapat makan kenyang.”

Sang anak tersenyum…dan berkata : “Terimakasih..Aku bisa selalu bersandar padamu Ayah..”

Sambil memeluk dan mengusap rambut sang anak, si Ayah berkata “Tidak Nak..!! Tapi ayah akan mengajarimu untuk berdiri kokoh diatas kakimu sendiri, agar kau tidak jatuh tersungkur ketika ayah harus pergi meninggalkanmu ‘suatu saat nanti’

Kiranya jadi berkat dan teladan buat kita semua

Spread the Word - Like and/or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


Pembacaan Alkitab:
Mazmur 150

Tujuan:
Agar peserta dapat menyadari pentingnya musik dalam hidup dan ibadah Kristen sesuai dengan firman Allah.



PENGUCAPAN SYUKUR, PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Ada 3 kata yang menyatakan expresi ibadah kita kepada Allah:
  1. Pengucapan Syukur (Thanksgiving) – kita berterimakasih karena kebaikan Allah atas apa yang telah diberikan/diperbuatNya kepada kita. Misalnya: untuk berkatnya, kesehatan, keselamatan dll.
  2. Pujian (Praise) adalah ucapan dari mulut kita yarg memuji Allah karena Dia Allah, kita memuji keagungannya, pribadinya.
  3. Penyembahan (Worship). Kata menyembah dalam Alkitab digambarkan dengan sikap fisik:  tunduk, membungkuk, meniarapkan diri. Dalam Keluaran 4 :31 – …. Sujud menyembah …. ini bukan hanya semata-mata sikap fisik tapi juga sikap spiritual, menundukkan diri di dalam jiwa kepada Allah karena kekudusannya. Perhatikan gambaran Alkitabiah tentang penyembahan dalam Yesaya 6:1-4.

EMPAT FAKTA MENGENAI PUJI-PUJIAN
Puji-pujian adalah respons yang wajar terhadap kebesaran Allah (Mazmur 48:2). Alkitab penuh nasihat untuk memuji Tuhan. Mengapa, apakah Allah menuntut pujian? Tidak, malah sebaliknya Ia memberi kita kehormatan untuk memuji Dia karena pujian adalah respons yang wajar akan kebesaranNya.
Iblis tidak bisa memuji Tuhan (menyanyi), dan malaikat tidak bisa mengekspresikan kasih atas keselamatan karena Injil Kristus (I Petrus 1:12) dalam puji-pujiannya. Hanya kita, manusia yang dapat!
  1. Puji-pujian adalah TAKHTA ALLAH. Dalam Mazmur 22:4 dikatakan  Allah bersemayam di atas puji-pujian. Puji-pujian tidak membuat Allah jadi Raja karena dia memang adalah Raja, walaupun kita memuji Dia ataupun tidak. Tapi dalam pujian kita mengakui ke-Raja-anNya atas hidup kita. Bila Allah hadir di atas puji-pujian, maka Dia akan bertindak (Ehyeh asyer Ehyeh) dan hadiratnya akan menguasai kita.
  2. Puji-pujian adalah SENJATA ROHANI kita. Dalam Mazmur 8:3 dan Matius 21:16 tertulis Puji-pujian adalah dasar kekuatan yang didirikan Allah pada umatnya untuk membungkam Iblis, menutup mulutnya. Setan alergi terhadap puji-pujian, itu sebabnya ia tidak menghendaki kita memuji Tuhan, karena puji-pujian dapat mengikat kekuatan Setan (Mazmur 149:5-8).
  3. Puji-pujian mengatasi PROBLEMA kehidupan. Bila kita menghendaki campur tangan Allah yang ajaib dalam situasi yang serba sulit dan mustahil, mari kita memuji Tuhan! Inilah contoh ketika pujian dan penyembahan mengakibatkan campur Allah dalam setiap permasalahan kita. Dalam II Tawarikh 20:21-22, Raja Yosafat mengalahkan bani Amon dan Moab. Dalam Yosua 6:20, Yerikho runtuh karena sorak-sorai pujian. Kisah Para Rasul 16: 25 Paulus dan Silas dalam penjara, dan ketika mereka memuji Tuhan belenggu dilepaskan bahkan kepala penjara di selamatkan.
  4. Puji-pujian sebagai suatu KORBAN. Korban dalam PL biasanya berbentuk binatang (domba) tanpa cacat. Bagi kita sekarang puji-pujian yang sungguh-sungguh (Ibrani 13:15-16) bukan hanya hafalan (Yesaya 29: 13) atau tidak sungguh-sungguh (Yesaya 1 : 13). Lebih jauh puji–pujian juga adalah pengorbanan. Bila kita memuji Allah waktu senang, semuanya lancar, itu baik; tapi itu bukan korban. Tapi bila segala sesuatu menekan, ada beban berat dan kita tetap memuji Tuhan, itulah korban! Kita perlu berkorban bila saat itu kita tidak ingin melakukannya, karena itu akan mematangkan, mendewasakan kita. Iman mengatasi perasaan.

SIKAP WAKTU MEMUJI TUHAN
  1. Bertepuk tangan – Mazmur 47:2.
  2. Mengangkat tangan – Mazmur 134:2, Ratapan 3:41.
  3. Berdiri – II Tawarikh 5:12.
  4. Bersujud/tersungkur – II Tawarikh 7:3.
  5. Bersorak – Mazmur 47:2, Mazmur 100:1.
  6. Bersuka-ria – II Tawarikh 29 – 30.
  7. Menari dan melompat dihadapan Tuhan – Mazmur 150:4, II Sam 6: 5,14-16.
Jadi sikap dan waktu kita memuji Tuhan meliputi seluruh existensi kita – tubuh , jiwa dan roh .
  • Kapan kita memuji Tuhan? Mazmur 145:2, 34:2 – setiap hari/ segala waktu.
  • Siapa yang harus memuji Tuhan? Mazmur 150: 6 – segala yang bernafas.
  • Adakah orang yang tidak memuji Tuhan? – Mazmur 115: 17 – orang mati.

BENTUK-BENTUK NYANYIAN PUJIAN & PENYEMBAHAN
Di dalam Alkitab digambarkan ada LIMA JENIS NYANYIAN PUJIAN, yakni:
  1. PROCLAMATION (Pemberitaan/Pernyataan), tujuannya kepada manusia. Beritanya harus positif, jelas, menarik. Jenis ini yang seharusnya banyak dinyanyikan dalam kebaktian PI. Jadi Firman Allah langsung berbicara lewat pujian itu. Misalnya: di dalam Tuhan ada kedamaian, Yesus jawaban dsb.
  2. ADORATION (pengagungan) untuk Allah sepenuhnya. Terdiri atas Praise (pujian): Allah yang Kita Sembah, PerbuatanNya Besar . Worship (penyembahan): Yesus Disanjung, Yesus Kami Puja. Dasarnya: karena dia adalah Allah yang besar dan layak di puja.
  3. THANKS GIVING (Ucapan Syukur) kepada Allah sepenuhnya karena dia telah berbuat sesuatu bagi kita: menyelamatkan, memberkati dsb. Misalnya:Kami Naikkan Syukur,Trima kasih oh Tuhanku, Amazing Grace.
  4. LAMENTATION (Ratapan). Maksudnya bukan lagu seperti “Hidupku yang sengsa ra, penuh dengan penderitaan”, tapi tangisan yang erat dengan doa syafaat bagi orang lain, dunia, pergumulan bagi pekerjaan Tuhan. Ingat kitab Ratapan Yeremia atau tangisan Yesus untuk Yerusalem. Contoh: Nyatakan kasihmu di tengah kami … kasih yang menangisi bangsa ini, Mari Saudara seiman, kasihilah dunia melalui daku.
  5. BATTLE SONG (nyanyian perang) yang bersifat menyerang , menaklukan setan, membelenggu Iblis (Mazmur 149:6-8). Nyanyian ini bersifat cepat, semangat, seperti irama derap kuda. Misalnya: Dalam nama Yesus ada Kemenangan, Ku Menang. God’s Got an Anny .

Selanjutnya menurut bentuknya, maka ada TIGA BENTUK PUJIAN DALAM (Efesus 5:18-19, Kolose 3:16:1)
  1. PSALM (psalmos, mazmur) adalah nyanyian kudus diiringi dengan alat musik. Mungkin menunjukkan keseluruhan kitab Mazmur (Mazmur 95:2, I Korintus 14:26
  2. HYMN (humneo, kidung puji-pujian) yaitu memuliakan/merayakan Allah dalam nyanyian (Matius 26:30, Ibrani 2:12, Kisah 16:25). Banyak hymn dalam gereja kini yang mengandung theologia yang indah. Contoh lagu: How Great Thou Art, Atas Satu Bukit.
  3. SPIRITUAL SONGS (pneumatikos, nyanyian rohani) adalah nyanyian yang dihidupkan oleh Roh Kudus secara pribadi atau seluruh jemaat secara supernatural. Contohnya I Korintus 14:15, Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.

NYANYIAN BARU (Mazmur 40:4, 33:2-3, 149:1, Wahyu 5: 9, 14: I-5)
Fungsinya:
  1. Nyanyian Baru sebagai penyembahan kepada Allah.
  2. Nyanyian Baru ilhaman dimana Allah berbicara kepada umatNya (II Samuel 23:1,2, Mazmur 40:4). I Taw 25:1-2, nubuat diiringi musik.
  3. Nyanyian Baru dalam sidang jemaat untuk saling menguatkan. Nyanyian baru secara bergantian (Kolose 3:16, Mazmur 147:7, Ezra 3:11), atau berbalas – balasan di tengah-tengah sidang supaya saling menguatkan. “Ajar mengajar dan nasehat–menasehatkan sama sendiri” (TL).

Nyanyian baru timbul dari 2 sumber, yakni hati kita/roh kita yang dikuasai Roh Kudus atau langsung dari Allah (II Samuel 23:1-2). Karena itu kita perlu minta agar Allah memenuhkan kita dengan RohNya. Yohanes 4:23-24 berkata kita harus MenyembahNya dalam roh dan kebenaran. Kita harus mengijinkan Roh Kudus menguasai roh kita untuk dapat menyembah Dia, dan juga penyembahan kita harus sesuai dengan Firman Allah, yakni kebenaran (Yohanes 17: 17). Tanpa Roh maka penyembahan dan ibadah kita kering,  suam, hanya sekedar ritual dan mati. Tanpa Firman maka penyembahan menjadi perasaan sentimental, emosionil dan fanatisme. Roh Kudus itulah yang mengilhamkan pujian dan penyembahan.
Hendaklah kamu penuh dengan Roh dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani! (Efesus 5: 18,19)

Yohanes 7 : 37-39 berkata tentang aliran air hidup (Roh Kudus) yang dapat diterima dengan cara:
  1. Ada kehausan, kerinduan – Yesaya 44:3.
  2. Datang pada Yesus, satu-satunya pembaptis dengan Roh Kudus - Lukas 3:16
  3. Percaya, beriman – Galatia 3: 14b.
Tandanya : Kisah 2:4 – bahasa lain/bahasa baru/ bahasa roh – akhirnya menjadi nyanyian dalam roh (I Korintus 14: 15).

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!



Nats: 2 Samuel 6 : 10-12

PENDAHULUAN
Kehidupan yang dialami seseorang memang tidak ada yang tahu. Ada orang yang bermimpi untuk menerima berkat, namun berkat yang diimpikan tidak kunjung datang. Ada juga orang yang tidak pernah mimpi untuk mendapatkan berkat, tiba – tiba berkat itu datang dalam hidupnya.

Kisah dalam 2 Samuel pasal 6 adalah kisah dimana Daud mempunyai kerinduan untuk membawa tabut Allah ke Pusat Kota Pemerintahannya di Yerusalem. Tabut Allah adalah lambang kehadiran Allah. Tabut Allah inilah yang selalu dibawa dalam perjalanan orang Israel di padang gurun

Karena kematian Uza, akhirnya Daud mengurungkan niatnya untuk membawa tabut Allah dan akhirnya Tabut Allah ini dititipkan di rumah seorang yang bernama Obed Edom.

Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: “Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?” Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. 2 Samuel 6 : 9-10

Arti nama Obed Edom adalah Hamba/ Pelayan Edom. Namanya disebut 8 kali dalam Alkitab dan merupakan keturunan Lewi, (1 Tawarikh 15:18), tempat kelahirannya Gath Rimon, Kota orang Lewi dari daerah suku Dan ( Yosua 21:22 ).

Obed Edom tiba-tiba menerima suatu tanggung jawab dari Raja Daud yaitu menerima tabut Allah di rumahnya. Hal ini merupakan suatu hal yang mengagetkan dan menyenangkan.

Mengagetkan karena tabut Allah ini berbahaya bisa mematikan. Contohnya peristiwa Beth Semes,

Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya. Dan orang-orang Bet-Semes berkata: “Siapakah yang tahan berdiri di hadapan TUHAN, Allah yang kudus ini? Kepada siapakah Ia akan berangkat meninggalkan kita?” Lalu mereka mengirim utusan kepada penduduk Kiryat-Yearim dengan pesan: “Orang Filistin telah mengembalikan tabut TUHAN; datanglah dan angkutlah itu kepadamu.” 1 Samuel 6 : 19-21

Dan peristiwa Peres Uza,

Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 2Sam 6:8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. 2 Samuel 6 : 6-7

Menyenangkan karena Tabut Allah melambangkan kuasa dan berkat.

BERKAT YANG TIDAK TERDUGA TERJADI DIRUMAH OBED EDOM

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. 2 Samuel 6 : 11-12

Dalam jangka waktu yang sangat singkat yaitu 3 bulan, terjadi perubahan di rumah Obed Edom.

Kehadiran tabut Allah dirumahnya membuat :
  • Seisi rumahnya diberkati Tuhan
  • Segala yang ada pada Obed Edom diberkati Tuhan.

Josephus, mengatakan bahwa dulu sebelum Tabut Allah ada di rumah Obed Edom, kondisi mereka adalah sangat miskin, hidup dilevel yang terendah, bukan seorang pemimpin, jauh dari keadaan kaya. Tetapi sesudah Tabut Allah berada dirumahnya selama 3 bulan, Obed Edom diberkati, menjadi kaya dan anak-anaknya adalah orang yang gagah perkasa.

Bagi Semaya, anak Obed-Edom itu, lahir anak-anak. Mereka memegang pemerintahan di antara puak mereka, sebab mereka itu adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Mereka sekalian adalah dari keturunan Obed-Edom, yakni mereka sendiri, anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka, masing-masing orang yang gagah perkasa, cakap untuk pekerjaan itu, enam puluh dua orang jumlahnya dari Obed-Edom. Berkat yang tak terduga ini datang karena Tabut Allah yang ada di rumahnya. Hadirat Allah akan membuat seseorang, keluarga, kota dan bangsa akan diberkati dan mengalami kehidupan yang makmur. 1 Tawarikh 26 : 6-8

Mari kita senantiasa merindukan dan menghadirkan hadirat Allah melalui:
  • Doa Pujian dan Penyembahan di rumah, di kantor, di gereja dan di kota serta di bangsa kita.
  • Ketaatan akan firman Allah akan membuat kuasa Allah bekerja dalam hidup kita.


Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!



Yeremia 29:11; Kolose 3:14

Biasanya kami hampir selalu bersama-sama ke mana pun. Berangkat dan pulang kerja, ke gereja, ke pesta, jalan-jalan, bahkan ke pasar. Tetapi sejak saya sakit, saya tidak bisa lagi bersama-sama dengan dia, sehingga dia melakukan semuanya sendiri. Kecuali ke gereja, jika tubuh saya tidak begitu lemah, saya berusaha untuk berangkat dan kami akan pergi bersama-sama. Tidak terhitung berapa kali saya meminta maaf kepadanya, suami yang saya kasihi dan sangat mengasihi saya. Saya meminta maaf salah satunya karena sudah setahun lebih dia harus belanja sendiri ke pasar dan melayani saya. "Maafkan saya, saya sangat menyusahkanmu, kata saya sambil menangis."

"Jangan pernah berkata begitu, tidak ada yang salah. Sudah kewajiban saya sebagai suami untuk melakukan semuanya. Kamu istri saya dan saya sangat mengasihimu," jawabnya. Di dalam hati saya berkata, "Tuhan, Engkau tidak pernah salah. Engkau telah memberikan suami yang baik, mengasihi, dan begitu mengerti keadaan saya serta menerima saya apa adanya tanpa pernah mengeluh."

Saya teringat dua belas tahun yang lalu isi doa permohonan saya kepada Tuhan mengenai pasangan hidup. Saya meminta agar Tuhan mempertemukan saya dengan seorang pria yang mengasihi Tuhan dan mengasihi saya. Saya menggumuli ini dalam doa dan puasa. Pertama kali bertemu, saya tidak tertarik sama sekali kepadanya. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya pun mulai menyukai dia dan singkat cerita kami menikah. 

Di saat mengarungi bahtera pernikahan, saya menyadari bahwa Tuhan benar-benar menjawab doa saya. Suami yang Tuhan berikan hampir tidak pernah menyakiti saya dan saya selalu berkata, Tuhan, Engkau tidak pernah salah. Terima kasih Tuhan. Ketika pembantu kami pulang kampung, dia harus bangun pagi-pagi benar untuk membuatkan jus buah untuk saya. Menyiapkan makanan untuk saya dan anak kami yang masih kecil, dan mengerjakan berbagai pekerjaan di rumah sebelum pergi ke kantor. Ketika tubuh saya terlalu lemah, ia memandikan saya. Ia sabar menghadapi keadaan emosi saya yang kurang stabil selama sakit. Terima kasih Tuhan, Engkau tidak pernah salah. Berkatilah dia, kataku kepada Tuhan. Apa pun kekurangan yang ia miliki, saya mengasihi dia, dialah yang terbaik untuk saya.

Kasih dan kesetiaan kita kepada pasangan akan teruji di saat-saat yang sulit. Ketika kehidupan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti, sangatlah mudah kita menyatakan kasih dan kesetiaan. Tetapi apa yang terjadi manakala kesulitan hidup datang? Ketika pasangan kita tidak lagi sejaya dulu, ketika ia sakit, ketika ia dipecat dari pekerjaannya, atau ketika ia menghadapi kesulitan lainnya? Firman Tuhan menasihatkan agar kita mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Biarlah setiap pasangan tetap saling mengasihi, saling melayani, sabar dan setia.

DOA
Bapa sorgawi, aku bersyukur untuk pasangan hidup yang Engkau berikan. Ajar kami untuk tetap setia satu sama lain, dalam suka maupun duka. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Dari  www.manasurgawi.net


Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


Bacaan: Mazmur 23:1-6

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku - Mazmur 23:1



Mazmur 23 adalah syair yang paling populer di antara orang Kristen. Kata-kata yang sungguh indah. Meski demikian saya ingin sekali bertanya dan berdiskusi dengan Daud, si pujangga, mengapa ia memakai perumpamaan Gembala dan domba. Apa tidak ada binatang lain yang lebih keren dari domba? Mengapa harus domba?

Bukankah domba itu binatang paling bodoh? Itu sebabnya kita tidak akan pernah bertemu dengan pelatih domba, mereka sudah habis akal mengajarinya. Tak heran kalau domba tak pernah memperagakan keahliannya seperti anjing, monyet atau bahkan beruang, yang sering kita lihat di pertunjukkan sirkus. Domba tak bisa disuruh duduk, berlari, berguling-gulingan, melompat atau atraksi lain. Domba terlalu bodoh untuk bisa melakukan hal itu.

Domba juga binatang yang lemah. Sementara binatang lain punya cakar, taring, bisa yang mematikan atau duri untuk melindungi diri, domba justru tidak punya senjata yang bisa diandalkan. Itu sebabnya domba tidak pernah dijadikan maskot regu atau simbol-simbok tertentu. Beda dengan rajawali yang dijadikan simbol Harley Davidson atau banteng yang dijadikan maskot Chicago Bulls, atau singa yang selalu tampil di layar lebar karena difilmkan Disney’s Entertainment.

Mengapa Daud memakai domba dalam puisinya? Jawabannya sederhana, karena domba itu bodoh, lemah dan tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada yang menuntunnya. Domba sangat bergantung pada gembalanya, tidak bisa tidak! Anjing tidak butuh gembala, justru anjing yang seringkali jadi gembala. Untuk siapa? Untuk domba! Lagi-lagi fakta membuktikan bahwa domba memang binatang yang paling lemah.

Sekarang Anda sudah bisa menangkap inti kebenaran dalam Mazmur 23? Ya, benar jawaban Anda. Kita lemah. Kita bodoh. Kita mudah tersesat. Itu sebabnya kita butuh Gembala. Kita butuh Gembala yang menuntun hidup kita ke padang berkat. Kita butuh Gembala yang membawa kita ke air tenang yang meneduhkan jiwa. Kita butuh Gembala yang selalu menyertai, bahkan ketika kita memasuki lembah kekelaman sekalipun. Kita butuh Gembala yang memberikan kita kemenangan. Iya, karena kita hanya domba kok.

Bacalah Mazmur 23 berulang-ulang dan hafalkanlah itu agar menjadi rema dalam kehidupan.
(Kwik)

» Renungan ini diambil dari
Renungan Harian Spirit

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


Bacaan: Roma 12:1-2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu...- Roma 12:2




"Hei, coba liat nih! Asik banget kayanya, ya! Kita musti coba, nih!" seru Mimi si ceriwis sambil menyodorkan selembar brosur kecantikan. Rupanya ada sebuah klinik kecantikan yang baru aja dibuka di dekat kampus kami. Mimi barusan mendapatkan promosinya. Di brosur itu tertera foto "sebelum" dan "sesudah" menjalani terapi kecantikan. Cewek yang semula gemuk jadi langsing. Yang kulitnya bopeng-bopeng jadi mulus. Yang kulitnya hitam jadi putih bersih. Yang botak jadi berambut panjang indah terurai. Pokoknya klinik itu komplit banget fasilitas dan layanannya.

Dengan foto "Before" and "After", banyak orang jadi pengen mencoba terapi di klinik itu. Kalo seandainya gambar sebelum dan sesudah sama aja, nggak jauh bedanya, tentu orang nggak akan berminat buat mengikuti terapi kecantikan itu. Buat apa bayar mahal-mahal kalo hasilnya sama aja.

Sebenernya hidup kita ini bagaikan brosur kecantikan itu. Kita bisa membuat orang tertarik untuk datang kepada Tuhan kalo hidup kita yang sekarang berbeda dari yang dulu. Sejak kita kenal Tuhan dan lahir baru, sikap hidup, tutur kata, perbuatan dan pemikiran kita jadi lebih indah dan nggak amburadul seperti dulu lagi. Perbedaan itu terpancar jelas dalam kehidupan kita. Tanpa perlu bersikap sok rohani pun, orang akan tau ada kemuliaan Tuhan terpancar dari hidup kita sehari-hari. Tapi kalo hidup kita tetep sama hancurnya, nggak mungkin orang akan tertarik untuk mengenal Kristus. Nah, sekarang coba kita cek hidup kita ini. Sudahkah kita menjadi "brosur" yang berguna mengundang orang datang kepada Tuhan? Kalo belum, masih ada kesempatan untuk mengubahnya. Jadilah pribadi yang berbeda setelah mengenal Kristus.
(TMS)
 
 » Renungan Khusus Muda Remaja ini diambil dari Renungan Harian Spirit Girls

Siapa "The Next Presiden" kita di tahun 2014? Berikan Vote Disini
Pengunjung yang baik meninggalkan komentar, mohon tinggalkan komentar Anda!


Yakobus 1:2-4 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Dalam Alkitab, Yakobus mengatakan bahwa saat kita menghadapi pencobaan, kita harus menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan. Perhatikan, dia tidak mengatakan “jika” kita menghadapi pencobaan atau kesulitan. Tidak, setiap orang di planet ini pasti akan menghadapi tantangan, hambatan dan kesulitan. Kita semua memiliki saat-saat dimana harapan kita tidak terpenuhi, seorang teman membuat kita down, atau hal-hal yang ternyata tidak terjadi sesuai seperti yang kita rencanakan.
 
Tapi kita tidak bisa membiarkan tantangan-tantangan menjadi batu sandungan yang menghancurkan kita dan mempengaruhi iman kita. Sebaliknya, kita harus mengubahnya menjadi batu loncatan untuk membuat kita menjadi lebih dekat kepada Tuhan!

Setiap pencobaan ataupun setiap kesulitan yang kita alami adalah saat yang menentukan dalam hidup kita. Kesulitan tersebut bisa menghambat kita atau justru bisa mendorong kita untuk maju menuju hal-hal baik yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Kitalah yang memutuskan bagaimana hal-hal itu akan mempengaruhi kehidupan kita.
 
Jika kita memilih untuk menjadi pahit dan marah, terus-menerus mengeluh tentang apa yang terjadi, maka kita tidak akan pernah bergerak maju.

Tetapi jika kita memilih untuk memiliki sikap positif, tetap bertahan dalam iman, dan jika kita memilih untuk menemukan sukacita bahkan di tengah-tengah pencobaan kita, maka kita dapat bergerak maju dalam damai dan kemenangan dari Tuhan.

Saya suka hal yang Yakobus katakan kepada kita mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya: ketika kita membiarkan kesabaran untuk bekerja dalam hidup kita, kita menjadi sempurna, tidak kekurangan apapun! Itu sebabnya kita bisa “menganggapnya sebagai kebahagiaan” — karena pada sisi yang lain, kesulitan itu merupakan tempat dari keutuhan, kelimpahan, penyediaan dan kemenangan!



Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya. Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar. Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.

Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya. Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali.

Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal.

Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya. Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah menganggap bahwa masalah yang ada pada kita merupakan masalah yang paling besar, sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk terus meratapi musibah tersebut. Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami masalah, apapun bentuknya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya.



Bacaan: II Korintus 4:7-12

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari orang-orang yang menang....- Roma 8:37


Pernahkah saudara mendengar kisah seorang petani yang keledainya jatuh ke dalam sumur kering? Petani tersebut sudah berusaha untuk mengeluarkan keledainya tersebut, tetapi karena semua usahanya gagal akhirnya ia menyerah dan ia memutuskan untuk mengubur keledainya di sumur itu. Namun sang keledai memiliki gagasan lain. Mula-mula, saat sesekop tanah mulai mengenai punggungnya, keledai itu mulai histeris. Namun tiba-tiba ada sebuah pemikiran yang muncul, ”Aku hanya perlu mengibaskannya dan menapak pada tanah itu.” Ia pun melakukannnya.

Waktu demi waktu berlalu, saat tanah menimpa tubuhnya, keledai itu terus berkata pada dirinya, ”Aku hanya perlu mengibaskannya dan menapak pada tanah itu.” Betapapun banyaknya tanah yang ditimpakan ke atas tubuhnya, ia terus menerus mengibaskannya dan menapak di atasnya, sampai sumur itu penuh dengan tanah dan sang keledai keluar dengan penuh kemenangan.

Ada pesan moral yang sangat bagus dari illustrasi ini. Hidup bisa mengubur atau memberkati kita, perbedaannya terletak pada sikap hati kita. Dunia ini penuh dengan orang yang suka mengkritik untuk menjatuhkan, menggosip untuk mencari kekurangan orang lain, dan juga membanding-bandingkan dengan standar keduniawian. Ada kalanya orang-orang “melemparkan tanah” kearah kita, tetapi jangan panik, kibaskan saja “tanah” itu, dan menapaklah diatasnya.

Jadikan kritikan sebagai batu loncatan. Jadikan tatapan yang meremehkan sebagai motivasi. Jika harus menerima kata-kata negatif, lihatlah hal-hal positif yang mungkin saja terselip. Semua orang berhak melempar tanah kepada kita, namun kita bisa memilih untuk mengibaskan dan menapak diatasnya.

Orang-orang akan mengambil sesuatu dari kita tanpa mengembalikan, mereka akan mengkritik kita dalam segala hal, mereka tidak menghargai setiap usaha kita dan lain sebagainya, jadi bersiaplah. Gunakan tanah itu sebagai pupuk dan bertumbuhlah lebih kuat. Eleanor Roosevelt pernah berkata,”Tak seorang pun dapat membuat Anda rendah diri tanpa persetujuan Anda.” Kita hidup bukan dari apa yang orang lain katakan, tetapi dari apa yang Tuhan katakan tentang diri kita.

Terimalah hal-hal negatif yang terjadi pada diri Anda dan ubahlah itu menjadi kekuatan positif.(Dhany)

» Renungan ini diambil dari
Renungan Harian Spirit


Bacaan: Efesus 5:18-19

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,- Efesus 5:18


Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,"Papa, seberapa besar sih Tuhan itu?" Ayahnya dengan bijaksana menjawab,"Tergantung seberapa besar kamu menyediakan tempat untuk-Nya, nak." Yup, bener banget! Seberapa besar peranan Allah dalam hidup kita memang sangat tergantung pada seberapa besar kita memberi-Nya bagian untuk berperan.

Apakah kuasa Roh Kudus besar ato kecil sangat tergantung pada tempat yang kita sediakan untuk-Nya. Kuasa Roh Kudus bisa bekerja amat dahsyat ketika kita mempersilakan Roh Kudus menguasai kehidupan kita sepenuhnya. Tapi kuasa Roh Kudus juga bisa nampak kecil bahkan seolah-olah nggak ada, kalau kita nggak memberi-Nya tempat untuk berperan dalam hidup kita.

Tapi sayangnya memberi wewenang kepada Roh Kudus untuk berkuasa atas hidup ini ternyata nggak mudah. Kita lebih suka mengatur apa-apa sendiri, mengikuti selera, mood, kehendak dan pikiran kita sendiri. Padahal seluruh keinginan kita selalu ingin menjauh dari Allah dan tenggelam dalam dosa. Sementara, kalo kita harus nurutin kata Roh Kudus, seringkali susah karena harus berkorban untuk taat. Saat hati sedang marah dan jengkel, kita harus menguasai diri untuk nggak menyakiti apalagi membalas dendam. Saat kita pengennya nurutin hawa nafsu, tapi harus belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan kesukaan kita.

Seandainya kita mau hidup dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus, tentu hidup kita jadi berubah. Hidup ini akan jadi sangat indah. Kerajaan Allah hadir dalam kehidupan kita dan pekerjaan Tuhan dinyatakan melalui hidup kita. Masalahnya, apakah kita mau memberikan tempat bagi Roh Kudus dalam hidup kita? Tuhan ingin kita dipenuhi Roh Kudus-Nya setiap hari. Maukah kamu memberi-Nya tempat dalam hidupmu mulai hari ini?

(TMS)


Bacaan: Efesus 6:10-20

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah...- Efesus 6:11


Persenjataan merupakan syarat mutlak dan menjadi faktor penentu kemenangan dalam peperangan. Tak heran kalau setiap negara berlomba-lomba untuk memiliki perlengkapan senjata yang super canggih. Demikian juga halnya di dalam peperangan rohani. Untuk bisa mengalahkan iblis dan segala tipu dayanya, kita harus mengenakan semua perlengkapan senjata Allah.

Satu, ikat pinggang kebenaran. Inilah senjata yang akan melepaskan kita dari perbudakan dosa. Senjata yang akan memerdekakan kita!(Yohanes 8:32) Ikatkan diri kita kepada kebenaran, maka iblis tak akan punya kesempatan untuk menjatuhkan atau memperbudak kita lagi. 

Dua, baju zirah keadilan. Baju zirah adalah perlengkapan perang untuk menutupi dan melindungi daerah dada. Ini berbicara masalah hati. Dengan bijaknya Salomo berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena disitulah terpancar kehidupan.” Kadangkala kita kalah perang hanya gara-gara tidak bisa menjaga hati. Mengijinkan kebencian, kemarahan, iri hati, luka hati, trauma, dll menghancurkan diri kita sendiri.

Tiga, kasut kerelaan memberitakan Injil. Ini serangan telak untuk kerajaan kegelapan. Mengapa? Bisa bayangkan seandainya setiap orang Kristen memiliki tanggung jawab dan beban hati untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang? 

Empat, perisai iman. Iblis boleh melepaskan panah apinya untuk menyerang kita, tapi selama kita memiliki iman yang kokoh di dalam Kristus, iblis tak akan bisa berbuat banyak. Masalah atau situasi sesulit apapun tak akan pernah membuat kesetiaan dan keyakinan kita akan Kristus menjadi kendor.

Lima, ketopong keselamatan. Perlindungan bagian kepala. Ini berbicara tentang bagaimana kita menjaga pikiran kita dari serangan iblis. Tanpa mengenakan ketopong keselamatan dengan mudah pikiran kita akan diracuni dengan hal-hal yang negatif seperti kesombongan, prasangka yang tidak-tidak, pesimis, stress, keputusasaan, dll. 

Enam, pedang roh, yaitu Firman Allah. Senjata yang sama, yang pernah dipakai Tuhan Yesus untuk mematahkan serangan iblis saat dicobai di padang gurun. Dengan mengijinkan Firman Tuhan mengakar kuat, kehidupan kita akan ditandai oleh kemenangan demi kemenangan. Semua perlengkapan senjata sudah diberikan kepada kita. Gunakan dan kalahkan musuh!

Awali tiap hari dengan mengenakan semua perlengkapan senjata Allah, karena setiap hari peperangan rohani akan terjadi.

(Kwik)

» Renungan ini diambil dari
Renungan Harian Spirit


Terima Kasih Sobat Blogger. God Bless You.

Widget by TIPS untuk Blogger GBI City of Worship Sintang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...