Shalom Jemaat Tuhan terkasih,

Saya berdoa saudara diberkati dengan luar biasa, baik secara jasmani dan lebih-lebih secara rohani. Saya berdoa saudara semakin mengasihi Tuhan Yesus sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi saudara.

Saya juga mengucapkan selamat datang kepada saudara yang baru pertama hadir di tempat ini. Saya berdoa saudara diberkati dengan pelayanan ibadah yang ada dan saudara  dapat bergabung bersama kami pada ibadah-ibadah yang akan datang.

Pada kesempatan ini, mari kita bersama-sama mengingat Firman Tuhan yang kita pelajari minggu yang lalu.

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Alkitab memberitahukan kepada kita, bahwa Allah menciptakan kita bukan dengan auto machine atau mesin otomatis, tapi Allah menciptakan kita secara hand made atau dibuat dengan tanganNya. Karena kita diciptakan sebagai ciptaan tanganNya maka setiap kita tidak ada yang sama, setiap kita berbeda dan setiap kita unik dimataNya. Setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu sebabnya manusia adalah mahkluk sosial yaiutu mahkluk yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi kekurangannya. Alangkah naifnya kita kalau kita saling iri satu dengan yang lain, karena kekurangan kita dibanding orang lain. Kita tidak menyadarai bahwa kita juga memiliki kelebihan yang orang lain tidak punyai.

Selain itu kita diciptakan juga secara detail bukan dengan asal-asalan. Jadi keberadaan kita juga di rencanakan oleh Allah secara cermat dan bukan dengan kebetulan. Ada rencana-rencana khusus yang Allah letakkan dalam hidup kita supaya kita pergi dan memuhi tujuan untuk apa kita diciptakan tersebut.

Berikut ada beberapa tujuan hidup kita:

Kita diciptakan untuk memuji dan menyembah Tuhan
Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Wahyu 5:13

Kitab Wahyu memberi kita gambara sekilas tentang gambaran Sorga. Ternyata di Sorga kita mempunyai “pekerjaan tetap” sebagai pemuji dan penyembah Tuhan.

Saya menyarankan kepada kita semua untuk memulai membiasakan diri dengan gaya hidup memuji dan menyembah Tuhan mulai dari sekarang ketika kita masih di bumi ini supaya kelak di Sorga kita tidak “bosan” dengan “pekerjaan tetap” kita tersebut.

Pujian dan penyembahan kita itu bukan tentang kita, tetapi tentang Allah. Pujian penyembahan itu bukan untuk kesenangan kita, tetapi untuk kesenangan Allah. Jadi, puji dan sembahlah Tuhan dengan setulus hatimu, supaya Allah disenangkan dengan pujian dan penyembahan kita. Kita diciptakan untuk kesenangan Allah!

Kita Diciptakan untuk Menjaga Kota.
Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Yeheskiel 33:7

Tuhan tidak secara kebetulan meletakkan kita di kota ini. Tuhan punya rencana untuk kota ini melalui kita. Kita mempunyai tujuan untuk menjaga kota ini. Bagaimana caranya kita menjaga kota ini? Yaitu dengan berdoa, melepaskan berkat, membangun kubu doa dan menjadi dampak yang positif bagi kota ini.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Yeremia 29:7

Menjadi Saksi Kristus
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah Rasul 1:8

Tujuan kita berikutnya adalah untuk menjadi saksi Kristus dimana saja. Baik dilingkungan orang percaya maupun dilingkungan mereka yang tidak percaya. Menjadi saksi di gereja, di sekolah, di kantor, di tempat usaha maupun di rumah.

Ada dua cara kita menjadi saksi Kristus yaitu melalui tindakan dan perkatan. Dan saya berdoa kita memiliki keberanian dan hikmat untuk menjadi saksi Kristus di manapun kita berada. Amin

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan yang berarti. Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hingga kita tiba di zona baru, di mana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.


Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap objek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadang kala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar. Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itu pun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.


Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas. Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;


  • Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
  • Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
  • Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
  • Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
  • Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, A mans life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuh pun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreativitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan menganugerahkan potensi yang besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:


1. Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest. Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif. Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.

Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Kejadian 38:1-10; 1 Korintus 15:33
 
Yehuda memiliki pergaulan yang luas, ia tidak hanya bergaul dengan saudara-saudaranya, tapi meluaskan jangkauan pertemanannya dengan orang Kanaan. Ia bahkan menjadi sahabat Hira, seorang Kanaan dari Adulam. Adulam adalah sebuah kota Kanaan, di dekat Lembah Ela. Di kemudian hari kota itu menjadi milik suku Yehuda. Daud pernah menyembunyikan diri dari pengejaran Saul di Gua Adulam, di mana akhirnya ia berhasil mengorganisir orang-orang yang terbuang menjadi pahlawan-pahlawan yang setia yang menyertai perjuangannya meraih sukses.
 
Satu kali Yehuda meninggalkan kakak-kakak dan adik-adiknya, ia pergi ke Adulam dan menumpang di tempat Hira sahabatnya. Waktu yang dihabiskan di lingkungan orang Kanaan membuat Yehuda jatuh cinta kepada Syua. Akhirnya Yehuda menikah dengan wanita Kanaan itu. Dari pernikahan ini Yehuda mendapatkan tiga orang putra yang dikenal dengan nama Er, Onan, dan Syela. Er dan Onan hidup jahat di mata Tuhan sehingga mereka mati dalam usia yang terbilang muda. Bergaul karib dengan orang Kanaan membuat Yehuda mengadopsi pola pikir Kanaan. Yehuda berpikir bahwa kematian kedua putranya karena mereka menikah dengan Tamar, wanita pembawa sial bagi keluarganya. Pola pikir inilah yang membuat Yehuda di kemudian hari tidak memberi Syela kepada Tamar untuk memenuhi hukum Musa, seperti yang pernah dijanjikannya. Alkitab menjelaskan bahwa kematian Er dan Onan semata-mata karena mereka jahat di mata Tuhan, sama sekali bukan karena Tamar.
 
Apa yang diperintahkan Tuhan tidak pernah salah, karena perintahNya selalu menjauhkan anak-anakNya dari keadaan yang buruk dan dari pola pikir yang salah. Tuhan memerintahkan agar keturunan Abraham tidak bergaul, apalagi menikah dengan orang Kanaan. Mengapa? Karena orang Kanaan akan menularkan iman mereka yang sesat dan cara hidup mereka kepada umat pilihan Tuhan yang memiliki cara hidup yang sangat berbeda.
 
"Keindahan bersahabat dengan saudara seiman menjadi nyata saat kita berada dalam lembah kekelaman."


Tindakan Yehuda yang meninggalkan persekutuan dengan keluarga atau saudara-saudaranya memberi pelajaran penting bagi kita untuk tidak meninggalkan persekutuan dengan saudara seiman. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibr 10:25). Sekuat apa pun iman seseorang, pergaulan yang buruk akan mengkhamiri hal-hal baik yang ada padanya.
 
Persekutuan dengan saudara seiman selalu membawa manfaat yang besar bagi kita. Di kala kita merasa tertekan, teman seiman tidak akan membawa kita mencari kelegaan dengan pergi clubbing atau meneguk minuman keras, sebaliknya mereka akan memberi penghiburan dan kekuatan dengan cara yang benar. Saudara seiman akan selalu membawa kita semakin dekat dengan Tuhan dan melihat kebaikanNya.

DOA

Bapa di Sorga, terima kasih untuk teman-teman seiman yang senantiasa berperan menjaga langkahku tetap berada di jalanMu. Dalam nama Tuhan Yesus berkatilah mereka. Amin.

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Bahaya Tersandung STA22004
Seorang laki-laki berlari-lari menuju stasiun mengejar kereta api yang sudah siap mau berangkat. Sambil lari, ia berdoa, "Ya, Tuhan, tambahkanlah kekuatanku, supaya aku sampai ke stasiun sebelum kereta berangkat."

Tiba-tiba ia tersandung dan jatuh. Sambil memandang ke langit, ia mengeluh, "Tetapi, ya, Tuhan, aku tidak minta didorong!"

[Sumber diambil dari: Buku Pintar Ketawa, hal. 178]

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3)

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Seorang lelaki berpakaian jas lengkap dan perlente sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat. Tiba-tiba seorang anak membawa seekor anjing muncul di hadapannya dan bertanya, "Maaf, Om. Boleh tanya 'kan. Sekarang ini pukul berapa, sih?"

Lelaki tersebut melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tangannya dan berkata, "Sekarang pukul tiga kurang seperempat."

Si anak mengucapkan terima kasih, lalu berkata, "Tepat pukul tiga nanti Om boleh mencium anjing saya," katanya sambil melarikan diri. Lelaki perlente tersebut merasa dilecehkan lalu mengejar si anak dan anjingnya untuk memberikan pelajaran.

Ketika sedang berlari mengejar, seorang rekan kantor menghentikannya, "Ada apa kamu lari-lari begitu?" tanyanya.

Sambil menunjuk si anak, lelaki perlente itu bercerita, "Anak itu bertanya pukul berapa, lalu aku jawab pukul tiga kurang seperempat. Eee, dia bilang pukul tiga tepat, aku boleh mencium anjingnya."

Temannya melihat jam dan berkata, "Lho, masih 10 menit lagi, kenapa buru-buru?"

[Sumber diambil dan disunting dari: Guruku Super Lucu, hal.130-131]

"Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan." (Mazmur 37:8)

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Bacaan: Amsal 6:6-11

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak.- Amsal 6:6

Semut termasuk binatang yang kecil dan lemah. Namun yang unik adalah melihat kenyataan bahwa semut termasuk salah satu binatang yang survive di tengah
seleksi alam yang terus terjadi. Tak hanya itu, semut juga memiliki cara kerja yang sangat hebat, hingga Salomo sampai pebisnis modern menganjurkan agar kita
belajar dari semut. Apa yang bisa kita pelajari dari semut?

  1. Semut adalah binatang yang sangat rajin.
    Kita tidak akan pernah melihat semut yang bengong sendirian. Kalau ada semut yang tidak bergerak, bisa dipastikan itu adalah semut mati. Semut adalah binatang yang rajin dan selalu bergerak ke sana ke mari untuk bekerja. Tak heran kalau semut tak pernah mati kelaparan. Apakah kita juga bekerja dengan rajin seperti semut?
  2. Semut adalah binatang yang tak pernah menyerah.
    Tak kenal menyerah adalah sifat khas semut. Kalau tidak percaya, lakukanlah percobaan ini. Tangkaplah seekor semut, lalu cobalah untuk meletakkan sesuatu untuk merintangi langkahnya. Saat melihat jalan di depannya ada hambatan, semua tidak akan duduk termenung, meratapi nasib yang malang dan pulang dengan rasa kecewa. Semut akan berusaha dengan segala cara untuk melewati hambatan itu. Bisa lewat atas, lewat bawah, lewat jalan memutar, bahkan kalau perlu bersama dengan semut-semut yang lain akan memindahkan rintangan tersebut!
  3. Semut adalah binatang yang mandiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.
    Amsal 6:7 menulis, biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya. Meski tidak ada yang mengawasi, semut akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Bukankah kita yang hanya bekerja kalau diawasi atasan atau bos harusnya malu melihat kenyataan ini?
  4. Semut adalah tim yang luar biasa.
    Mereka sangat ahli dalam menyampaikan informasi, sehingga tak perlu heran kalau dimana ada satu makanan, ribuan semut tiba-tiba sudah mengerumuninya. Semut punya tim yang hebat, sehingga dengan kerja sama yang baik, mereka bahkan bisa mengangkat makanan yang beratnya berkali lipat dari berat badannya.
Adakah kita bisa belajar dari semut tentang membangun tim yang sukses?

(Kwik)

» Renungan ini diambil dari
Renungan Harian Spirit
Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


http://www.jawaban.com/news/userfile/Menjauh-Dari-Pasangan-UB.jpgPernikahan adalah sebuah kontrak seumur hidup yang dilakukan dua insan manusia yang berlainan jenis kelamin. Sekali sudah mengucapkan janji sehidup semati maka tidak ada jalan untuk menarik kembali ucapan tersebut.

Namun harus diakui dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga maka ada titik kebosanan yang dialami oleh masing-masing pihak pasangan. Banyak hal yang bisa menyebabkan hal ini. Menariknya, Alkitab memiliki jawaban terhadap persoalan yang satu ini.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menyatakan agar jemaat yang menikah (kawin) janganlah saling menjauh dari pasangannya. Kalau pun harus terjadi maka itu harus sementara waktu dan dengan kesepakatan bersama kedua belah pihak.

"Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, .... (I Korintus 7:5)

Memang rasul Paulus tidak menuliskan secara eksplisit tentang ketentuan-ketentuan seperti apa yang memperbolehkan suami istri saling menjauh sementara waktu pada akhirnya, tetapi kata-kata "kecuali dengan persetujuan bersama" menegaskan bahwa itu adalah teritori kekuasaan suami dan istri.

Dengan kata lain, kalau pun memang suami atau istri merasa ada problem yang membuat mereka tidak ada jalan lain selain harus mengambil keputusan menjauh sementara maka langkah ini diperbolehkan. Jadi, jika Anda bosan dengan hubungan yang Anda jalani bersama pasangan begitu pun sebaliknya maka cobalah untuk menjauh sementara waktu.

Cuma perlu diingat bahwa tujuan Anda melakukan ini adalah agar Anda dapat berdoa kepada Tuhan, bukan yang lain.

"...., supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak" (I Korintus 7:5)

Di dalam masa menjauh dari pasangan, berdoalah senantiasa kepada Tuhan agar Dia memberikan kegairahan kepada pasangan Anda kembali. Minta kepada Tuhan supaya Anda dibanjiri oleh kasih-Nya.

Penulis meyakini ketika Anda memohon hal ini sungguh-sungguh maka Dia pasti menjawab doa Anda tersebut dengan segera. Ketika "urusan Anda dengan Tuhan"  sudah selesai, cepatlah Anda mendekat kembali kepada pasangan Anda dan hiduplah bersama-sama dengannya agar iblis tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Ingatlah, iblis tidak pernah suka dengan pernikahan orang-orang percaya yang mesra dan bahagia dan karena Anda sudah mengetahui hal ini, mari buatlah iblis menjadi semakin kesal dengan menjadikan rumah tangga Anda,  rumah tangga yang harmonis dan penuh cinta.
Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Bacaan: Amsal 20:23-25

Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.- Amsal 20:25

Mengapa beberapa orang berhasil mencapai kesuksesan dan mengapa beberapa diantaranya mengalami kegagalan? Apa yang membedakannya? 

Tak lain adalah cara kita berpikir! Disadari atau tidak, apa yang kita lakukan selalu bertolak dari bagaimana cara pikir kita. Jika kita mampu berpikir secara benar, maka kita akan berhasil. Sebaliknya, jika cara pikir kita keliru, kita pun akan gagal. 

Bagaimana cara kita berpikir selama ini? Beberapa pertanyaan berikut mungkin akan membantu kita melakukan intropeksi diri.
  1. Berpikir kecil untuk jangka pendek atau berpikir menurut gambaran besar untuk jangka panjang?
  2. Berpikir pasif atau berpikir dengan cara yang kreatif?
  3. Berpikir sendiri atau berpikir bersama?
  4. Berpikir melantur atau berpikir secara terfokus?
  5. Berkhayal atau berpikir realistis?
  6. Berpikir acak atau berpikir strategis?
  7. Berpikir sempit atau berpikir penuh kemungkinan?
  8. Berpikir menurut pandangan umum atau berpikir lain dari biasanya?
  9. Berpikir egois atau berpikir untuk kepentingan bersama?
  10. Bertindak baru berpikir atau berpikir baru bertindak?
Kalau sekarang ini kita belum sukses, mungkin itu disebabkan cara berpikir kita yang keliru. Apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita menentukan apa yang kita perbuat. Apa yang kita perbuat menentukan takdir kita. Takdir kita menentukan warisan kita. Jadi, semuanya dimulai dari pikiran kita. James Allen pernah berkata dengan bijak soal pikiran, “Hari ini Anda berada ke mana pikiran Anda telah membawa Anda. Besok Anda akan berada ke mana pikiran Anda membawa Anda.” Inti dari semua yang kita bicarakan adalah milikilah pikiran Kristus. Pikiran Kristus lah yang akan membuat kita mencapai kesuksesan.

Kehidupan ini terdiri dari apa yang dipikirkan seseorang setiap harinya. - Ralph W. Emerson

(Kwik Ref : Thinking for a Change)

» Ilustrasi Rohani ini diambil dari
Renungan Harian Spirit
Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Seorang pria mengaku bahwa dia adalah seorang ilmuwan. Dia berasal dari universitas yang tidak terkenal, di daerah pedesaan. Dia melakukan percobaan tentang bagaimana katak bereaksi terhadap stimulus manusia.

Pria itu menjelaskan, "Awalnya katak melompat 16 kali dengan 4 kaki. Ketika saya memotong 1 kaki, dia hanya bisa melompat 12 kali. Lalu, aku memotong 1 kaki lagi dan berteriak, 'Lompat!', hasilnya katak berkaki 2 itu hanya bisa melompat 9 kali. Kemudian, saya mencoba lagi untuk memotong kaki bagian kiri. Alhasil, katak dengan 1 kaki hanya bisa melompat 6 kali. Akhirnya, saya memotong kaki terakhir dan berteriak, 'Lompat!', katak itu tidak bergerak sama sekali. Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa katak tanpa kaki, tuli!"

[Sumber diterjemahkan dan disunting dari: http://irishjokes.co.uk/]

"Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan." (Amsal 15:2)

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Seorang istri baru pulang dari perjalanan bisnis, dia bertanya pada suaminya.

Istri: Bagaimana nilai ujian sejarah George, Pap?
 
Suami: Oh, tidak begitu baik.

Istri: Kau tidak memarahinya?
 
Suami: Itu bukan salah George, Mi. Para guru membuat soal-soal mengenai hal-hal yang terjadi sebelum George lahir!
 
Istri: ???

[Sumber diterjemahkan dan disunting dari: http://www.worstjokes.com/]

"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu." (Amsal 29:17)

Bongkar kebiasaan lama! Pengunjung yang baik meninggalkan komentar.


Terima Kasih Sobat Blogger. God Bless You.

Widget by TIPS untuk Blogger GBI City of Worship Sintang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...